Jumat, 13 November 2009

TAMBANG LEMBATA TAMAT?

* PEMDA LEMBATA MULAI MELUNAK
Postur APBD 2010 yang bakal dihasilkan DPRD Lembata memiliki nuansa yang sangat berbeda. Kebijakan Umum (KU) mulai mengakomodir orientasi anggaran untuk rakyat dan langsung dikelola rakyat dengan pendekatan Padat Karya. Ini memang lahir dari sikap Dewan yang ngotot mendorong orientasi pengelolaan anggaran berbasis rakyat. Harus diakui bahwa waktu yang singkat dan dukungan data yang lemah, bakal tidak maksimal. Tapi, langkah awal ini mulai membuka cakrawala Pemerintahan Daerah Lembata (pemda dan dprd) untuk tidak berorientasi proyek. Pemda mulai membuka diri menerima perubahan. Doakan agar saya dan kawan-kawan bisa lebih maksimal.
Asal tahu saja, isu tambang yang sebelumnya ngotot diperjuangkan pemerintah kini mulai menurun. Ketika saya dan kawan-kawan minta dihapus anggaran sosialisasi tambang galian A dan B, Tim Anggaran Pemda langsung setuju. Bahkan, sikap itu langsung disetujui sejak pembahasan Kebijakan Umum.
Apakah ini pertanda konflik tambang sudah berakhir?
Saya berharap demikian. Dan, saya bersama Bung Alwi dan Bung Ipi Bediona sudah bersepakat untuk berjibaku menolak rencana investasi tambang. Kami masih membuka ruang untuk sosialisasi tambang panas bumi di Atadei. Soalnya, reaksi penolakan masyarakat disana belum nampak. Tapi, jika nantinya sikap masyarakat sama dengan Leragere dan Kedang, kami juga akan bersikap. (fredy wahon)

Tidak ada komentar: